
"Jadi 15 [BUMN] ini harus bener-benar dijaga. Bukan berarti yang lain tidak dijaga. Juga dijaga tapi hidup perlu skala prioritas," kata Erick di Jakarta, Jumat (10/1/2020).
Sisanya, 27% atau 127 BUMN menyumbang laba tak terlalu signifikan.
Hal inilah yang menyebabkan Erick perlu memprioritaskan pergantian kepemimpinan atau manajemen di 15 perusahaan BUMN tersebut.
"Pergantian [direksi] 15 BUMN itu sudah ada sistem asessment. Sistem assesment jalan. Sekarang kita mau review lagi supaya kualitas lebih tinggi lagi. Kalau 15 besar [BUMN] ada TPA [Tim Penilai Akhir]-nya. Supaya menteri terkait dan Pak Presiden [Jokowi] punya preference berdasarkan asessment dan nama-nama yang diajukan," jelas Erick.
Di luar 15 BUMN tersebut, lanjut Erick, assesment dilakukan oleh dirinya sendiri. Erick mengatakan dirinya tak mau 142 BUMN direksinya digonta-ganti.
"Mana ada kestabilan jika pemimpinnya gonta ganti tiap tahun. [Harus] selesaikan," tegas Erick.
(hps/hps)
https://ift.tt/37PpXts
January 10, 2020 at 05:35PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Cuma 15 BUMN Penyumbang Laba, Erick Review Penunjukan Direksi"
Post a Comment