
"Pembayaran berikutnya atas Tranche A akan jatuh tempo pada 8 Juli 2020," ujar Dileep dalam siaran resmi belum lama ini.
Selain itu, perseroan telah melakukan kapitalisasi dana kas untuk pembayaran kupon atas utang Tranche B dan C dari tanggal 11 April 2018 sampai 8 April 2020.
Pada awal tahun ini, BUMI juga melakukan pembayaran ke delapan senilai US$ 11,6 juta. Pembayaran ini mewakili pinjaman pokok sebesar US$ 4,6 juta dan bunga sebesar US$ 7,0 juta untuk Tranche A.
Tahun lalu pun BUMI secara konsisten melakukan pembayaran utangnya yang difokuskan untuk tranche A sebanyak empat kali. Tahun lalu Dileep pernah mengatakan total utang yang fokus dibayarkan perseroan senilai Rp 1,7 miliar, dimana fokus pertama tranche A senilai US$ 600 juta. Setelah selesai, barulah tranche B dan C.
Jika pembayaran, tranche A ini akan memperbaiki debt to equity ratio (DER) perusahaan menjadi 1,2x di 2020. Sementara tranche B diperkirakan berlangsung 18 bulan, dan akan dilakukan mulai 2021. (dob/dob)
https://ift.tt/3amOwPu
April 17, 2020 at 01:28PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Ekonomi Lambat Akibat Corona, BUMI Tetap Lancar Bayar Utang"
Post a Comment