Jakarta, CNBC Indonesia- Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi menyebutkan bahwa penyebaran virus Corona di Korsel telah mendorong Pemerintah setempat memberlakukan Special Care Zone (bukan Isolasi) untuk wilayah Daegu yang menjadi pusat wabah Corona. Sehingga kondisi ini harus diantisipasi oleh berbagai pihak agar penyebaran dan dampaknya bagi perekonomian Korsel termasuk bagi hubungan bilateral RI-Korsel tidak meluas, mengingat saat ini PDB Korsel telah dikoreksi menjadi 1,7%-1,9% dari proyeksi semula 2,2%.
Seperti apa Kedubes melihat dampak Corona bagi ekonomi Korsel dan negara yang menajdi mitra Korsel seperti RI?Selengkapnya saksikan dialog Muhammad Gibran dengan Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 27/02/2020)
Let's block ads! (Why?)
https://ift.tt/2VyOHDo
February 29, 2020 at 09:41AM
Bagikan Berita Ini
Related Posts :
IHSG Anjlok 5,01%, Perdagangan di BEI Dihentikan 30 Menit
Jakarta, CNBC Indonesia - Perdagangan saham dihentikan pada pukul 09.15 WIB setelah Indeks Harga Sa… Read More...
Sederet Saham Kena Auto Reject Bawah, Bikin IHSG Disetop
Jakarta, CNBC Indonesia - Perdagangan saham dihentikan pada pukul 09.15 WIB setelah Indeks Harga Sa… Read More...
Investasi Aman Saat Corona: Simpan Uang di Bawah Bantal?
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan global benar-benar terpuruk. Dalam situasi seperti ini, se… Read More...
Gegara Permintaan Lesu dan COVID-19, Saham Semen AmbrolJakarta, CNBC Indonesia - Penjualan semen domestik tanah air dalam dua bulan terakhir (2M20) mengala… Read More...
Lawan Corona! Ini Bedanya Transparansi Singapura dan Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Singapura telah menerapkan transparansi dalam menangani wabah … Read More...
0 Response to "Dampak Corona, Kedubes RI: PDB Korsel Dikoreksi Jadi 1,9%"
Post a Comment