
Derasnya arus modal masuk ke Indonesia benar-benar memberikan tenaga bagi rupiah. Pada pukul 12:13 WIB, imbal hasil (yield) obligasi surat utang seri acuan tenor 10 tahun turun 0,9 basis poin (bps). Penurunan yield adalah pertanda harga obligasi sedang naik karena tingginya permintaan.
Pada pukul 13:15 WIB, rupiah menguat sekitar 0,24% terhadap riyal ke level Rp 3.781. Jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan Jumat (29/3/19) pekan lalu, rupiah menguat sekitar 0,4%.
Penguatan rupiah hari ini memperpanjang superioritasnya terhadap riyal. Sejak awal tahun ini rupiah hanya dua hari masuk ke zona merah, yakni pada 2 dan 3 Januari, selebihnya rupiah terus menekan riyal. Di kuartal-I membukukan penguatan 0,9%.
Berikut tabel pergerakan riyal terhadap rupiah sejak pekan lalu.
Penguatan terhadap yuan juga terbilang impresif mengingat negeri Tirai Bambu tersebut sedang mendapat sentimen positif dari negosiasi dagang AS - China yang dikabarkan hampir mencapai kata sepakat.
Pada pukul 13:15 WIB, rupiah menguat 0,27% ke level Rp 2.111,75. Jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan pekan lalu, rupiah berhasil mengungguli yuan sebesar 0,41%.
Hal ini tentu menjadi awal yang bagus di kuartal-II, setelah rupiah takluk 1,51% dari yuan di kuartal-I tahun ini.
Berikut tabel pergerakan yuan terhadap rupiah sejak pekan lalu.
TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/hps)
https://ift.tt/2K6ljQU
April 04, 2019 at 10:16PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Dahsyat! Giliran Riyal dan Yuan Takluk di Hadapan Rupiah"
Post a Comment