Untuk perdagangan hari ini Kamis (2/5/2019), Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat secara terbatas, menguji level 6.475.
Dari sisi global, The Federal Reserve/The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) mengambil kebijakan menahan suku bunga acuan di 2,25-2,5%. pelaku pasar berekspektasi Jerome 'Jay' Powell akan kembali menahan suku bunga acuan sembari mengeluarkan pernyataan bernada kalem (dovish).
The Fed memang masih mempertahankan suku bunga acuan di 2,25%-2,5%. Namun pernyataan yang menyertainya jauh dari kata dovish.
"Kami merasa stance kebijakan kami masih layak dipertahankan untuk saat ini. Kami tidak melihat ada tanda-tanda yang kuat untuk menuju ke arah sebaliknya. Saya melihat kita dalam jalur yang benar," tegas Powell dalam konferensi pers usai rapat, mengutip Reuters.
Tiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) pagi dini hari tadi pun berakhir minus. Dow Jones Industrial Average (DJIA) terkoreksi 0,61%, S&P melorot 0,75% dan Nasdaq Composite melemah 0,57%.
Dari dalam negeri, Penguatan IHSG banyak didorong oleh saham-saham sektor konsumer dalam dua hari kemarin. Momentum ramadan serta kinerjanya yang masih minus sejak awal sasaran koleksi portofolio pelaku pasar.
Mengacu pada data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI) terakhir, Sektor konsumer masih minus 2,17%. Adanya rilis laporan keuangan kuartal I dari INDF dan ICBP yang naik 13,53% dan 10% semakin menambah arah sektor konsumer untuk berbalik arah.
Secara teknikal, IHSG semakin mantap bergerak di atas rata-rata nilainya dalam lima hari terakhir (moving average/MA5). IHSG bahkan telah melampaui rata-rata nilainya dalam dua puluh hari terakhir (MA20). Hal ini menandakan bahwa IHSG sedang bullish dalam jangka pendek.
![]() |
Ruang penguatan IHSG masih sangat terbuka karena IHSG belum memasuki fase jenuh belinya (overbought), jika mengacu pada indikator teknikal Stochastic Slow yang mengukur momentum tingkat kejenuhan.
Potensi pergerakan hari ini berada di angka 6.400 sebagai level terendahnya hingga 6.475 sebagai level tertingginya.
TIM RISET CNBC INDONESIA (yam)
http://bit.ly/2Y4hq11
May 02, 2019 at 03:22PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "The Fed Tahan Suku Bunga, IHSG Harap-harap Cemas"
Post a Comment