Pada penutupan perdagangan Rabu ini (8/5/2019), indeks Nikkei ditutup jatuh 1,46%, indeks Shanghai melemah 1,12%, indeks Hang Seng juga terkoreksi 1,23%, indeks Straits Times turun 0,87%, dan indeks Kospi terpangkas 0,41%.
Walaupun bersedia untuk menghadiri negosiasi dagang dengan AS pada pekan ini di Washington (9-10 Mei), ternyata pihak China tetap dibuat gerah dengan langkah AS yang berencana menaikkan bea masuk terhadap produk impor asal China senilai US$ 200 miliar.
Saat ini, produk impor senilai US$ 200 miliar tersebut dikenakan bea masuk sebesar 10%. Pada hari Jumat (10/5/2019), bea masuknya akan dinaikkan menjadi 25%.
Menurut sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut, China diketahui tengah mempersiapkan bea masuk balasan yang akan dikenakan terhadap produk impor asal AS jika pemerintahan Presiden Donald Trump jadi mengeksekusi rencananya, seperti dilansir dari Bloomberg.
China akan mengenakan bea masuk balasan tersebut dalam selang satu menit pasca-AS memberlakukan bea masuknya, menurut sumber yang tak ingin disebutkan namanya tersebut.
![]() |
Belum tereskalasi saja, perang dagang sudah begitu menyakiti perekonomian China. Pada hari ini, ekspor periode April diumumkan terkontraksi sebesar 2,7% secara tahunan, jauh lebih buruk dari konsensus yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 2,3%, seperti dilansir dari Trading Economics.
Jika perang dagang benar tereskalasi nantinya, tentu tekanan terhadap perekonomian China akan menjadi semakin besar. Mengingat status China sebagai negara dengan nilai perekonomian terbesar kedua di dunia, tentunya tekanan terhadap perekonomian China akan berdampak negatif bagi perekonomian dunia.
TIM RISET CNBC INDONESIA
(ank/tas)
http://bit.ly/2H8lNm4
May 09, 2019 at 01:09AM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Lagi, Ribut-ribut AS-China Rontokkan Bursa Saham Asia"
Post a Comment