"Bagi BCA, kami terus memperhatikan dan melihat sebuah perubahan sejak zaman dahulu. Sebelum ada fintech 15-20 tahun yang lalu kita diributkan [dengan hadirnya] minimarket, akan habiskan nasabah-nasabah kami. Termasuk suplier," kata Armand.
Pernyataan Armand ini disampaikan saat menjadi pembicara dalam CNBC Indonesia VIP Forum bertajuk "Banking & Fintech: Inovasi dan Peran Digital Dorong Inklusi Keuangan".Armand mengatakan, hadirnya minimarket tersebut ternyata justru mendorong berkembangnya ekosistem. Suplier berkembang dan justru bertambah.
![]() |
Lalu bagaimana Fintech?
Armand menjelaskan keberadaan fintech bisa membawa komunitas baru bagi perbankan.
"Justru menurut kami, dengan adanya industri baru ini (fintech) maka biasanya akan bawa komunitas baru untuk kami. Di industri bank semakin banyak yang baru semakin bagus," tutur Armand.
Armand mencontohkan, perbankan mendapat tambahan nasabah baru sejak kemunculan e-commerce karena banyak pembeli sudah memiliki platform tapi belum punya rekening bank.
"Dagang via e-commerce, Facebook, Instagram, kemudian ditransfer ke sini, ke bank," katanya.
Untuk fintech jenis P2P atau peer to peer lending, menurut Armand juga secara operasional berhubungan dengan bank. Pasalnya harus memiliki akun bank dalam segala bentuk proses pencairan pinjaman.
CNBC Indonesia menyelenggarakan CNBC Indonesia VIP Forum bertajuk "Banking & Fintech: Inovasi dan Peran Digital Dorong Inklusi Keuangan".
Diskusi ini diselenggarakan pada Kamis, 9 Mei 2019 pukul 13.30 WIB di Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta. Acara yang dikemas dalam format talkshow ini akan disiarkan langsung melalui Live Streaming di situs CNBCIndonesia.com.
(dru/tas)
http://bit.ly/2LzQZ1I
May 09, 2019 at 11:10PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Berkah atau Ancaman? Ini Kata Wadirut BCA soal Fintech"
Post a Comment