Search

Tak Percaya Bunga Fintech Setinggi Langit? Ini Buktinya!

Jakarta, CNBC Indonesia - Bunga pinjaman P2P lending menunjukkan angka yang tinggi. Asosiasi Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mematok bunga pinjaman maksimal 0,8% per hari. Jika disebulankan, bunga fintech maksimal 24% dan setahun bisa menyentuh 292%.

Salah satu fintech yang memberikan bunga tinggi adalah DanaRupiah. Dalam setahun bunga fintech 28% dengan biaya administrasi 8%. Artinya bunga yang ditanggung bisa 36% per tahun. Contoh lain Uang Teman. Fintech ini mengenakan bunga pinjaman 0,8% per hari. Dalam sebulan bisa 24%. Uang Teman hanya memberikan pinjaman maksimal 30 hari.

Besaran bunga pinjaman tersebut lebih besar dibanding bunga pinjaman kredit di bank. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira mengatakan rerata bunga pinjaman efektif untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) saja sebesar 7% untuk setahun.


"Per annum bunga efektif KUR 7%. Kalau bunga bank untuk UMKM non-KUR [besarannya] variatif sekitar 15%-25% [per tahun]. [bunga pinjaman fintech] lebih ngeri lagi," ucap Bhima Yudhistira, Selasa (16/7/2019).

Suku bunga dasar kredit (SBDK) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saja untuk mikro sebesar 17,50%. Sementara untuk kredit konsumsi, berupa Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan non-KPR masing-masing sebesar 9,98% dan 12,50%.

Berdasarkan data pada laman resmi Bank Mandiri per 31 Desember 2018, suku bunga Kredit mikto dipatok 17,75%. Sementara, Bank Central Asia
(BCA) untuk kredit ritel 9,90%.

Wakil Ketua Asosiasi Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko menyatakan angka 0,8% itu mengacu pada jenis pinjaman multiguna yang memiliki karakteristik sama dengan pinjaman fintech P2P, yakni jangka pendek kurang dari 1 bulan.

"Dalam code of conduct kita memberikan batasan terkait batas pinjaman maksimal yang diberikan peminjam 0,8% per hari. Angka ini lebih mengacu pada pinjaman multiguna, yang biasanya jangka waktunya kurang dari 1 bulan," kata Sunu di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Sunu menyebut bunga pinjaman itu sejatinya ialah biaya untuk tiap peminjaman. Di dalamnya terkandung unsur bunga, biaya administrasi dan lain-lain yang totalnya tidak lebih dari 0,8%. Jadi, tidak hanya berisi unsur bunga pinjaman saja.

Simak video tentang fintech lending di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]

(roy)

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2SjL0O6

July 17, 2019 at 01:55PM

Bagikan Berita Ini

1 Response to "Tak Percaya Bunga Fintech Setinggi Langit? Ini Buktinya!"

  1. semua berkat MRS KARINA ROLAND
    Nama saya ANNISA LOGAN, saya dari Indonesia, saya ingin menggunakan media ini untuk memberi tahu semua warga negara Indonesia yang mencari pinjaman di internet bahwa mereka harus sangat hati-hati karena internet penuh dengan penipu, beberapa bulan yang lalu saya benar-benar membutuhkan pinjaman, untuk meningkatkan saloon penata rambut saya, tetapi saya jatuh ke tangan pemberi pinjaman palsu, yang hampir membuat hidup saya melarat, sampai seorang teman merujuk saya ke salah satu pemberi pinjaman bernama MOTHER KARINA, pemilik KARINA ROLAND LOAN COMPANY, yang saya hubungi dan dia mengatakan kepada saya bahwa jika saya dapat memenuhi syarat dan ketentuan mereka bahwa pinjaman saya akan diberikan kepada saya dalam waktu kurang dari 24 jam yang saya lakukan, setelah itu saya mengajukan pinjaman 450 juta rupiah setelah detail saya diverifikasi dalam waktu kurang dari 24 jam, rekening bank saya dikreditkan. sekarang saya sangat senang atas pekerjaan baik MOTHER KARINA dalam hidup saya dan keluarga saya, saya memutuskan untuk membagikan kesaksian saya tentang MOTHER KARINA, sehingga orang-orang dari negara saya dan kota saya dapat memperoleh pinjaman dengan mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda memerlukan pinjaman dalam bentuk apa pun, silakan hubungi MOTHER KARINA melalui email: karinarolandloancompany@gmail.com, atau whatsapp saja +13128721592 Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: annisalogan622gan@gmail.com untuk kerja bagusnya dalam hidup saya dalam hidup saya dan keluargaku.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.