
Sebelumnya, harga minyak sempat amblas lumayan dalam. Pada pukul 02:03 WIB, harga minyak jenis brent turun 1,1% sementara light sweet minus 1,5%. Penyebabnya adalah rilis data inventori minyak Amerika Serikat (AS). US Energy Information Administration (EIA) melaporkan inventori minyak mentah Negeri Paman Sam pada pekan lalu memang turun 3,1 juta barel. Lebih dalam ketimbang konsensus pasar yang dihimpun Reuters yaitu turun 2,7 juta barel. Namun inventori Bahan Bakar Minyak (BBM) di AS cukup kuat. Stok BBM naik 3,6 juta barel, jauh di atas konsensus pasar yang memperkirakan penurunan 925.000. Sementara inventori produk destilasi melonjak 5,7 juta barel, juga jauh di atas konsensus pasar yang memperkirakan kenaikan 613.000. "Stok BBM dan produk destilasi sangat kuat, sehingga memberi nada bearish terhadap laporan ini. Selain itu, kenaikan stok BBM menunjukkan adanya penurunan permintaan dan kelesuan aktivitas ekonomi," sebut Carsten Fritch, Analis Commerzebank, seperti dikutip dari Reuters. Ya, salah satu risiko yang menghantui pergerakan harga minyak tahun ini adalah perlambatan ekonomi. Tidak cuma di AS, tetapi terjadi secara global.
Baca:
Perlambatan Ekonomi Global Terus Tarik Harga Minyak ke Bawah
TIM RISET CNBC INDONESIA
(aji/aji)https://ift.tt/2NZndVf
July 18, 2019 at 03:11PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Sempat Anjlok 1%, Harga Minyak Mulai Bangkit"
Post a Comment