
Kinerja IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga ditransaksikan di zona merah: indeks Nikkei turun 0,46%, indeks Hang Seng turun 0,05%, dan indeks Kospi turun 0,27%.
Potensi eskalasi perang dagang AS-China sukses memantik aksi jual di bursa saham Asia.
Sebelum perdagangan akhir pekan ini, Jumat (14/6/2019) dibuka, ada baiknya kembali mencermati aksi dan peristiwa emiten sebagaimana dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia:
1. Disokong Private Equity Asing, Soho Global Health Siap IPO
Perusahaan farmasi Indonesia, PT Soho Industri Pharmasi atau Soho Global Health yang disokong perusahaan private equity yang berbasis di Singapura dan India, Quadria Capital, dikabarkan akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini.
Informasi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) ini diungkapkan sumber Dealstreetasia yang mengetahui informasi ini kendati tidak mengungkapkan secara detail terkait dengan target dana, besaran saham, dan penasihat investasi dalam rencana IPO ini.
Dalam situs resmi Quadria, perusahaan ini mulai berinvestasi di Soho sudah sejak 2015 dan masih terus mempertahankan investasi di sektor kesehatan.
2. Bangun LRT, Adhi Karya Sudah Terima Rp 7,1 T dari KAI
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menerima realisasi pembayaran tahap III pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek tahap I senilai Rp 1,2 triliun. Pembayaran ini diterima dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku operator LRT Jabodebek.
Corporate Secretary Adhi Karya Ki Syahgolang Permata mengatakan pembayaran ini dilakukan berdasarkan progres pekerjaan LRT Jabodebek Tahap I dari bulan Juli 2018 sampai dengan September 2018, menurut informasi perusahaan di situs web Bursa Efek Indonesia, dikutip Kamis (13/6/2019).
Sebelumnya, ADHI telah menerima pembayaran pertama proyek LRT untuk progres pekerjaan dari bulan September 2015 sampai dengan September 2017 senilai Rp 3,4 triliun.
3. 2 Tahun Disuspensi, Sekawan Intiprima Didepak dari BEI
Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus pencatatan saham PT Sekawan Intiprima Tbk (SIAP). Berdasarkan surat keputusan BEI, penghapusan saham Sekawan Intiptima berlaku efektif 17 Juni 2019.
BEI menyebutkan SIAP mengalami kondisi atau peristiwa yang secara signifikan berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha perseroan baik finansial dan hukum. Selain itu, saham SIAP juga sudah dihentikan perdagangan sahamnya lebih dari 24 bulan.
"Dengan dicabutnya status perseroan sebagai perusahaan tercatat maka perseroan tak lagi memiliki kewajiban sebagai perusahaan tercatat dan BEI akan menghapus nama perseroan," kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan BEI Golkas Tambunan dalam keterbukaan informasi, Kamis (13/06/2019).
4. Butuh Modal & Bangun Pabrik, WSBP Terbitkan Obligasi Rp 500 M
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mulai menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I sebanyak-banyaknya sebesar Rp 500 miliar dengan tenor 3 tahun dan pembayaran bunga setiap triwulan.
Masa penawaran awal (bookbuilding) sudah dimulai sejak 29 Mei 2019 hingga 18 Juni 2019 dan masa penawaran umum pada 1 - 2 Juli 2019. Ini merupakan bagian dari program Obligasi Berkelanjutan I dengan nilai sebesar Rp 2 triliun.
Direktur Keuangan Waskita Beton Anton Y Nugroho mengatakan aksi korporasi ini merupakan momentum kedua bagi perseroan menggalang dana dari pasar modal, setelah penawaran umum saham perdana (initial publik offering/IPO) pada 2016.
5. Diborong Suporter Bola, Saham Bali United Laku Keras!
Calon emiten klub sepak bola, PT Bali Bintang Sejahtera atau Bali United telah melangsungkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 10-12 Juni 2019 di Bali, dalam rangka mencatatkan diri sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Bali United menawarkan sebanyak 2 miliar atau 33,33% saham ke publik melalui mekanisme IPO. PT Kresna Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas Indonesia ditetapkan sebagai penjamin pelaksana emisi efek atau underwriter. Klub sepak bola yang dibintangi Stefano Lilipaly dan Irfan Bachdim itu telah menetapkan harga penawaran sahamnya di Rp 175/saham.
Octavianus Budianto, Direktur Utama Kresna Sekuritas mengatakan, peminat saham Bali United cukup tinggi baik investor individu, perusahaan aset manajemen, asuransi hingga suporter klub yang bermarkas di Kabupaten Gianyar itu. Nama suporter tim ini yakni disebut Semeton Dewata. Alhasil, saham Bali United mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed.
"Iya oversubscribed, investor di Bali cukup banyak dan mereka antusias sekali walaupun memang kecil-kecil, suporter juga banyak membeli," kata Oky, sapaan akrabnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (13/6/2019) (hps)
http://bit.ly/2IcZax3
June 14, 2019 at 03:32PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Simak! Kabar Soho Global Mau IPO Hingga Bali United Listing"
Post a Comment