
Pada posisi tersebut, harga CPO melemah 2,79% selama sepekan secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun masih tercatat menguat 1,93%.
Penguatan harga CPO pada akhir pekan lalu lebih disebabkan nilai tukar ringgit yang melemah. Pada hari Jumat, nilai tukar ringgit bertahan di posisi 4,11/US$ setelah melemah 0,17% sehari sebelumnya.
Kala ringgit melemah, maka harga CPO menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Alhasil daya tarik CPO sedikt terdongkrak di mata pelaku pasar.
Selain itu, proyeksi ekspor minyak sawit Malaysia yang meningkat juga sedikit meredam kegelisahan pelaku pasar akan banjir pasokan.
Pada hari Rabu (10/4/2019), AmSpec Agri Malaysia mengatakan bahwa ekspor sawit Negeri Jiran meningkat 6,2% dibanding periode yang sama bulan Maret. Pada hari yang sama, Intertek Testing Services (ITS) memprediksi peningkatannya sebesar 12,6%.
Sehari berselang, Societe Surveillance de Generale mengatakan bahwa pada periode tersebut akan ada peningkatan ekspor sebesar 27,6%.
Bila ekspor meningkat sesuai harapan, maka inventori minyak sawit Malaysia yang sudah menumpuk dapat dikurangi.
TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/hps)
http://bit.ly/2IvRsih
April 15, 2019 at 04:41PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Menguat di Akhir Pekan, Bisakah Harga CPO Naik Lagi?"
Post a Comment