Search

Jelang Sidang Perdana MK, IHSG Butuh Banyak Energi untuk Naik

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jelang akhir pekan masih cenderung fluktuatif. Ruang gerak IHSG sepertinya terbatas, malah ada kemungkinan mengalami koreksi karena pengaruh sentimen perang dagang Amerika Serika (AS)-China.

Mega Capital dalam riset-nya pagi ini memprediksi pergerakan IHSG akan fluktuatif pada rentang 6.245 - 6.320. Proyeksi tersebut setelah mempertimbangkan pergerakan bursa regional yang melemah.

Kemarin, IHSG ditutup turun tipis -0.05% ke level 6,273 dimana sektor pertanian tercatat turun paling dalam 0.67%. Sementara sektor properti tercatat naik paling tinggi 2,08% akibat ekspektasi penurunan suku bunga acuan.


Sementara itu, bursa utama dunia Wall Street dini hari tadi ditutup di zona positif, dimana DJIA menguat 0.39%, S&P 500 menguat +0.41%, dan Nasdaq Composite menguat +0.57%.

Penguatan Wall Street ditopang kenaikan harga saham-saham sektor energi setelah harga minyak naik setelah adanya serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman. Harga minyak WTI naik 2.23% ke USD 52.28 per barel.

Selain itu, pasar juga memperhatikan negosiasi dagang AS dengan China dan harapan penurunan suku bunga acuan the Fed.

Sementara itu, Binaartha Sekuritas memprediksi IHSG berpotensi terkoreksi menuju ke area support.

Support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.253,98 hingga 6.234.88. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range level 6.288,32 hingga 6.303,56.

Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif. Meskipun demikian, terlihat bahwa Stochastic sudah membentuk pola dead cross di area overbought.

Sentimen dari dalam negeri yang jadi perhatian, antara lain pelemahan rupiah. Ada dua faktor yang menyebabkan rupiah melemah kemarin, pertama, Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa pada Mei sebesar US$ 120,3 miliar. Turun drastis dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 124,3 miliar.

Cadangan devisa yang anjlok US$ 4 miliar tersebut tampaknya membuat investor cemas. Meski masih memadai, tetapi amunisi BI untuk melakukan stabilisasi nilai tukar menjadi lebih terbatas. Kekhawatiran investor mengenai nasib rupiah ke depan membuat aset-aset berbasis mata uang ini mengalami tekanan jual.

Kedua, IHSG dan rupiah sudah menguat lumayan tajam. Sampai kemarin, rupiah sudah menguat empat hari beruntun dengan apresiasi mencapai 1,15%. Sedangkan IHSG menguat 1,03% sejak akhir Mei.

Penguatan yang sudah lumayan tajam ini tentu menggoda investor untuk mencairkan keuntungan. IHSG dan rupiah yang terpapar aksi jual pun mau tidak mau melemah.

Dua sentimen ini berhasil menutup rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang positif. Bank Indonesia (BI) melaporkan IKK pada Mei adalah 128,2 naik tipis dibandingkan April yaitu 128,1. Meski hanya naik 0,1 poin, tetapi angka IKK Mei menjadi yang terbaik sejak Januari 2012. 

Faktor politik, hari ini Mahkamah Konstitusi akan melaksanakan sidang pertama atas gugatan hasil pemilu 2019. Pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyatakan menolak hasil pemilu yang diputuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei lalu.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang menjadi tim sukses pasangan 02 mengajukan gugatan kepada Mahkamah Konstistusi. (hps)

Let's block ads! (Why?)



http://bit.ly/2XbLjPZ

June 14, 2019 at 03:23PM

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Jelang Sidang Perdana MK, IHSG Butuh Banyak Energi untuk Naik"

Post a Comment

Powered by Blogger.