Rupiah diperdagangkan pada level Rp 14.065 per 1 $US di pasar spot, Selasa (12/2/2019). Fundamental rupiah sedikit tergerus karena defisit pada transaksi berjalan alias Current Account Deficit (CAD) yang 3,57% dari Produk Domestik Bruto.
Akibatnya sektor keuangan juga cenderung tertekan dengan mengalami pelemahan 1,09%. Pelemahan rupiah berpotensi mempengaruhi debitur bank yang mempunyai posisi valuta asing, sehingga berpotensi menaikkan non performing loan (NPL) kredit perbankan.
Secara teknikal, koreksi minor pada tren IHSG semakin jelas terlihat seiring terbentuknya pola short black candle. Pola tersebut tergolong dalam pola yang mengindikasikan penurunan dengan menembus capaian terendah IHSG sebelumnya.
Sumber: Refinitv |
Secara volume, pelemahan saat ini diiringi dengan kenaikan volume transaksi, hal ini mengindikasikan keyakinan pelaku pasar untuk sejenak keluar dari pasar saham. Investor asing juga mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 605 miliar di pasar reguler.
TIM RISET CNBC INDONESIA (yam/hps)
http://bit.ly/2DwZP9j
February 13, 2019 at 12:16AM
Bagikan Berita Ini
Sumber: Refinitv
0 Response to "Sektor Keuangan Babak Belur, IHSG Koreksi 1%"
Post a Comment