
"Rupiah saat ini kembali ke Rp 14.000/US$. Sedikit menguat. Tapi secara teori dan historis akan melemah karena current account deficit [CAD/Defisit Transaksi Berjalan]," kata Faisal di Ritz Carlton, Rabu (13/2/2019).
Dijelaskan Faisal, transaksi berjalan terdiri dari ekspor-impor yang terjadi setiap hari. Rupiah sangat mengandalkan kekuatan modal asing yang masuk.
"Rupiah akan menguat sustainable jika CAD turun dan capital inflow naik. Terutama FDI [Foreign Direct Investment]," kata Faisal.
Lebih jauh Faisal mengatakan, yang terjadi saat ini defisit tersebut bukan sepenuhnya terkait migas. Sebenarnya penyebab defisit dikarenakan anjloknya ekspor non-migas.
"Yang meningkat impor non migas yang dahsyat. Gula saja kita impor, garam juga, beras juga impor," kata Faisal.
Rupiah juga kembali dibuat bertekuk lutut di hadapan dolar AS.
http://bit.ly/2TKScTn
February 13, 2019 at 05:59PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Faisal Basri: Impor Kita Dahsyat! Ada Gula, Garam dan Beras"
Post a Comment