
Bahkan dengan menerapkan program ini, Indonesia bisa menghemat 15 Milyar USD.
Hal ini diutarakan Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957 DKI sebagaimana dalam keterangan pers yang diterima CNBC Minggu (15/9/2019). Ia menganggap sawit bisa jadi penyelamat CAD RI.
"Saat ini, hampir semua negara memiliki ketergantungan kepada minyak fossil fuel yang kita semua ketahui sebagai non-renewable dan juga merugikan kepada lingkungan. Ini adalah momen yang tepat untuk Indonesia menjadi negara yang Energy Independent melalui Sawit," ujar Ketua Himpunan Pengusaha Kosgoro DKI, Syafi Djohan.
Meski demikian, ia mengaku diskriminasi dari negara-negara barat, terutama Uni Eropa bakal menjadi tantangan tersendiri. Karenanya Syafi berharap pemerintah bisa melindungi industri andalan itu dan juga mengambil langkah-langkah konkret untuk terus memajukan industri ini.
Sebelumnya pemerintah ingin menerapkan B-50 di akhir 2020. Saat ini, RI memberlakukan penerapan kebiajakan B-20%.
(sef/sef)
https://ift.tt/2Lx2EMH
September 15, 2019 at 05:27PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Terapkan B-50, Indonesia Diyakini Bisa Hemat US$ 15 M"
Post a Comment