Huawei, produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia, telah menjadi sorotan karena tuduhan pemerintah China dapat menggunakan peralatannya untuk memata-matai.
"Membiarkan keikutsertaan Huawei adalah tindakan yang paling naif, bentuk tidak bertanggung jawab paling buruk," menurut sebuah laporan oleh Royal United Services Institute. Financial Times pertama kali melaporkan berita tersebut pada hari Rabu (20/2/2019), mengutip CNBC International.
Seorang juru bicara Huawei pun menanggapi pernyataan tersebut.
"Kami telah memaparkan sebuah rencana kepada otoritas Inggris untuk program transformasi piranti lunak global senilai US$2 miliar," ujarnya, dilansir dari Financial Times, Kamis (21/2/2019).
"Kami tetap berkomitmen untuk mendesain dan memproduksi teknologi dengan standar keamanan tertinggi bagi para konsumen di 170 negara di seluruh penjuru dunia," tambahnya.
Foto: Seorang pria berjalan melewati papan nama Huawei di CES (Consumer Electronics Show) Asia 2018 di Shanghai, China 14 Juni 2018. REUTERS / Aly Song / File Photo |
Pada hari Minggu, lembaga keamanan Inggris justru mengeluarkan pernyataan yang tidak mendukung pemblokiran penuh Huawei.
Dua sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Dewan Kemanaan Siber Nasional (NCSC) merasa tidak perlu sepenuhnya memblokir Huawei dari jaringan Inggris. Mereka yakin dapat terus mengelola risiko dengan menguji produk di laboratorium khusus yang diawasi oleh pejabat intelijen.
Saksikan video respons pemerintah China terhadap tuduhan bahwa Huawei melakukan aksi mata-mata berikut ini.
(wed)
https://ift.tt/2BHIytO
February 22, 2019 at 01:18AM
Bagikan Berita Ini
Foto: Seorang pria berjalan melewati papan nama Huawei di CES (Consumer Electronics Show) Asia 2018 di Shanghai, China 14 Juni 2018. REUTERS / Aly Song / File Photo
0 Response to "Disebut Membawa Bahaya bagi Inggris, Huawei Buka Suara"
Post a Comment