
Seperti diketahui, pada bulan Maret lalu Ethiopian Airlines mengalami kecelakaan tragis yang berujung pada pelarangan terbang pesawat Boeing jenis Max di seluruh dunia. Akibat hal ini, Boeing mengalami banyak kerugian. Beruntung, perusahaan ini masih bisa bertahan.
Namun, nasib baik tidak berlabuh pada beberapa perusahaan penerbangan atau maskapai yang mengoperasikan pesawat penumpang di seluruh dunia. Mengutip laporan All Plane, berikut beberapa maskapai yang sudah tutup sepanjang tahun 2019 ini:
1. Germania (Jerman)
Maskapai penerbangan bertarif rendah ini telah mengajukan kebangkrutan pada Februari lalu dan membatalkan semua penerbangannya. Meskipun kurang dikenal di luar Jerman, namun maskapai ini bisa dibilang sangat besar di Jerman, mengoperasikan 30 pesawat.
Mengutip BBC News, pada saat kebangkrutan, perusahaan mengatakan bahwa penumpang yang telah memesan penerbangan sebagai bagian dari paket bisa menghubungi operator tur mereka untuk membuat jadwal terbang yang berbeda, tetapi penumpang yang memesan langsung tiket mereka tidak berhak untuk menerima penerbangan pengganti.
2. California Pacific (AS)
California Pacific Airlines, yang meluncurkan penerbangan pada 1 November tahun 2018 lalu dari Carlsbad, California ke San Jose, menghentikan layanan pada akhir Desember, dengan alasan kekurangan pilot nasional. Maskapai yang mengoperasikan pesawat Embraer SA E145 ini telah merencanakan untuk menyelesaikan pelatihan pilot tambahan pada bulan Januari dan melanjutkan layanan.
Maskapai yang memiliki hampir 90 karyawan ini membuat semua staf-nya cuti pada 18 Januari "tanpa tanggal kembali bekerja yang pasti". Demikian disampaikan juru bicara perusahaan Ryan DiVita dalam email kepada Bloomberg awal Februari lalu.
3. Flybmi (Inggris)
Maskapai terakhir Bmi (British Midland International) yang pernah menjadi pemain yang relatif penting dalam industri penerbangan Inggris ini, diakuisisi oleh British Airways pada tahun 2012. Operasi regional Bmi dibeli oleh investor swasta dan terus beroperasi sebagai entitas independen dengan Embraer ERJ135 / 145 hingga Februari 2019.
Pada saat ditutup, sebanyak hampir 400 karyawan di Flybmi kehilangan pekerjaan dan membatalkan penerbangan ribuan penumpang. Maskapai ini mengoperasikan lebih dari 600 penerbangan seminggu dari berbagai bandara regional termasuk Bristol, Newcastle, Aberdeen dan Midlands timur.
Pemilik langsung maskapai ini, British Midland Regional, mengoperasikan 17 pesawat jet regional pada rute ke 25 kota Eropa, seperti dikutip dari The Guardian.
3. Air Insel (Curacao)
Airline Insel Air dinyatakan bankrupt pada Februari setelah hampir tiga belas tahun melayani penerbangan di wilayah Curacao, Aruba dan Bonaire. Empat tahun lalu, maskapai ini terbang di lebih dari dua puluh tujuan dan mengangkut lebih dari 2 juta penumpang setiap tahun. Menurut Talk Finance, perusahaan ini memiliki hutang lebih dari 165 juta gulden Antillean atau sekiar lebih dari 80 juta euro.
BERLANJUT KE HAL 2
(sef/sef)
https://ift.tt/31r4MuQ
September 15, 2019 at 04:34PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Ramai Maskapai Dunia Bangkrut di 2019"
Post a Comment