
Selama sepekan, harga emas tercatat turun 0,64% secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun masih menunjukkan kenaikan sebesar 2,52%.
Kembali buramnya prediksi arah damai dagang Amerika Serikat-China membuat investor kembali khawatir akan kondisi perekonomian dunia di tahun ini.
Sentimen tersebut kembali muncul ke permukaan menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump kemarin yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping hingga 1 Maret mendatang.
Selain itu, kemarin Komisi Eropa juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Zona Euro tahun ini menjadi 1,3% dari yang semula 1,9% menyusul performa sektor industri Jerman yang kembali mengecewakan.
Kondisi yang masih tak pasti seperti ini membuat investor masih enggan untuk melepas emas.
Namun karena hingga hari ini China masih libur, maka likuiditas di pasar emas masih rendah, membuat pergerakannya sedikit melambat.
TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/hps)
http://bit.ly/2GxUYHV
February 08, 2019 at 04:52PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Meski Pasar Ekuitas Jeblok, Harga Emas Stagnan"
Post a Comment