
Kemenperin memproyeksi sepanjang tahun lalu nilai ekspor TPT nasional mencapai US$13,28 miliar, tumbuh 5,6% secara tahunan (year-on-year/yoy). Industri tekstil sendiri tumbuh 8,73% di tahun lalu.
Untuk mendorong target tersebut, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sedang mengidentifikasi pelaku industri TPT yang hendak meningkatkan kapasitas produksi di tahun ini, baik untuk pemenuhan kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
"Kami siap fasilitasi industri TPT yang berniat ekspansi di tahun ini, antara lain kemudahan untuk mendapatkan mesin dan barang modal yang lebih cepat, serta jaminan akses terhadap ketersediaan bahan baku," ujar Airlangga Hartarto di komplek PT. Sukorejo Indah Textile (Sukorintex), Batang, Jawa Tengah, seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (12/2).
Hingga saat ini, industri TPT dalam negeri sebagai sektor padat karya telah menyerap tenaga kerja sebanyak 3,58 juta orang atau 21,2% dari total tenaga kerja industri manufaktur.
Dalam 3-5 tahun ke depan, Kemenperin fokus mendongkrak kemampuan di sektor industri hulu TPT untuk meningkatkan produksi serat sintetis. Upaya yang dilakukan, antara lain menjalin kerja sama atau menarik investasi perusahaan penghasil serat berkualitas untuk mengurangi impor.
Saksikan pernyataan Airlangga mengenai relaksasi DNI berikut ini.
(prm)
http://bit.ly/2N1r4wU
February 13, 2019 at 03:25PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Kemenperin Targetkan Ekspor Tekstil 2019 Tumbuh 13%"
Post a Comment