"Kalau saya mau usulkan, yang LRT dulu yang kita berikan pada swasta. Jadi [rutenya] dari Samarinda, Ibu Kota baru, Balikpapan," kata Budi Karya Sumadi ketika ditemui di komplek parlemen Senayan Jakarta, Selasa (3/9/2019).
Budi Karya mengatakan usulan itu disampaikan kepada Jokowi pada akhir pekan ini. Setelah mendapat arahan kepala negara, dia baru merinci kebutuhan anggaran dan sejumlah aspek mendetail.
Hanya saja, yang jelas, skema pembangunan lebih condong pada kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Skema tersebut juga dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur lain di Ibu Kota baru seperti pelabuhan, bandara, dan sebagainya.
"Pada dasarnya kita membuka KPBU, seperti pada LRT, kereta, nanti ada Pelabuhan Maloy, ada bandara, itu skema KPBU. Bahwa asing mau masuk, welcome saja," tandasnya.
Jika direstui Jokowi, Budi Karya langsung melakukan studi kelayakan proyek LRT tersebut. Paling tidak, menurutnya butuh waktu setahun untuk studi sebelumnya proyek ini dilelang.
"Kalau sekarang studi, lelang setengah tahun, membangun dua tahun ya kira-kira 4 sampai 4,5 tahun [selesai]," pungkasnya.
![]() |
https://ift.tt/2zQOBel
September 04, 2019 at 03:34PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Menhub Usul ke Jokowi Asing Boleh Bangun LRT di Ibu Kota Baru"
Post a Comment